Jumat, 23 Januari 2009

“Sulap 70 Jam Nonstop” Menembus Rekor Dunia



Jakarta, Sinar Harapan
Boleh jadi Deddy Corbuzier merupakan orang paling bahagia atas kesuksesan Oge Arthemus, Bow Vernon, dan Decky San menembus rekor dunia bermain sulap selama 70 jam nonstop pada 28 April—1 Mei lalu di Cilandak Town Square, Jakarta. Bagaimana tidak, ketiga pesulap tersebut adalah siswanya di sekolah sulap yang didirikannya, Pentagram.
Kebahagiaan tersebut tentu bukan milik Deddy serta ketiga muridnya semata, tapi juga kebanggaan seluruh bangsa Indonesia. Oge, Bow, dan Decky akan membawa nama Indonesia mengukir prestasi di Guinness Book of Record mengalahkan rekor dunia yang sebelumnya dipegang oleh pesulap asal Inggris, Richard Smith, yang bermain sulap selama 30 jam 45 menit16 detik pada 7—8 Agustus 2004.
Memang, saat ini sertifikat Guinness belum di tangan mereka. Pasalnya, menurut Deddy, butuh waktu 3—6 bulan untuk memprosesnya. Bukti-bukti yang ada serta sertivikat yang telah mereka terima dari Museum Rekor Indonesia (MURI) akan segera mereka kirimkan ke Guinness Book of Record.
“Selama proses pemecahan rekor ini kami mematuhi peraturan yang ditetapkan Guinness,” ungkap Deddy penuh keyakinan saat mengadakan syukuran bersama TV7 di Zoom Café, Jakarta, pada Rabu (4/5).
Tentu saja ini bukanlah permainan belaka. Di balik itu, para pesulap yang melakukan aksinya dengan melakukan 120 trik yang berbeda setiap 8 jam tersebut harus berjuang melawan segala tantangan. Daya tahan fisik menjadi kendala utama mereka. Sang guru, Deddy Corbuzier, sempat pesimistis bahwa ketiganya dapat melewati waktu 70 jam dengan sukses. “Saya melihat secara fisik. Bermain sulap itu butuh konsentrasi, kecepatan tangan, dan presensi yang tinggi. Ketika semua itu hilang, mereka tidak akan bisa bermain dengan baik,” papar pesulap yang terkenal dengan aksi membengkokkan sendok ini.
Hal yang dikhawatirkan Deddy memang sebagian terjadi. Bow Vernon, ahli kecepatan tangan, di hari kedua sudah mulai lemas dan menggunakan bantuan oksigen sehingga harus bermain sulap di tempat tidur. Oge Arthemus, si ahli meloloskan diri, tiba-tiba terjatuh di hadapan penonton. Decky San, ahli sulap jarak dekat, tak banyak kesulitan meski juga sempat menggunakan bantuan oksigen.
Semua memang sempat mengalami penurunan daya tahan fisik. Tapi, semangat mereka untuk menghibur penonton sangat tinggi. Nyaris setiap kali merasa sangat drop, semangat mereka muncul kembali begitu melihat penonton yang memadati arena.
“Hari kedua saya nge-drop, sempat diinfus. Saya sempat bemain sambil tiduran. Kepala saya pusing, nggak tau mau main apa. Tapi begitu melihat banyak penonton yang datang, saya termotivasi lagi,” cerita Bow.
Hal tersebut juga dirasakan Oge. Meski sempat disarankan untuk menyerah oleh dokter dari RS Internasional Bintaro, Oge merasa bersemangat kembali begitu melihat banyaknya penonton yang mengelilinginya.
“Saya senang dengan adanya penonton, motivasi jadi naik. Hari ketiga saya sempat jatuh karena belum makan. Waktu disuruh makan, saya lagi semangat main. Dokter bilang saya sudah nggak bisa (melanjutkan) lagi, tapi saya nggak mau mengecewakan penonton,” papar Oge.
Lain halnya dengan Decky. Diakui Deddy, Decky memiliki ketahanan fisik yang paling kuat di antara mereka. Ia hanya menggunakan bantuan oksigen karena keterbatasan udara akibat arena yang disesakkan penonton. “Dukanya cuma setiap pagi, mata rasanya berat banget,” ungkap Decky.
Penghargaan masyarakat terhadap aksi-aksi mereka bagi Deddy memiliki makna tersendiri. Menurutnya, ini semua menandakan semakin diakuinya profesi mereka sebagai entertainer di mata masyarakat.
”Saya melihatnya dari sisi yang berbeda. Sejak Indonesia merdeka sampai sepuluh tahun yang lalu, sulap seperti tidak dipedulikan. Sedikit perubahan yang saya buat ternyata lumayan berhasil. Ribuan pengunjung yang hadir kemarin adalah para pengunjung yang datang untuk menonton sulap. Ini adalah sebuah peningkatan level, bukan hanya memecahkan rekor dunia” ungkap Deddy.
Tentu, berkat perjuangan Deddy menampilkan aksi sulap dengan gaya berbeda, keberadaan pesulap sebagai entertainer dapat disejajarkan dengan artis-artis lainnya.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Guna melengkapi tulisan yang sudah ada, beberapa

tulisan saya ambil dari sumber lain.