Bukti-bukti dokumen tertua yang
memberi kesan suatu pertunjukan sulap ditemukan pada lembaran papyrus,
ditulis pada sekitar 1700 tahun sebelum Masehi, yang menceritakan suatu
kisah yang terjadi pada sekitar 2600 tahun sebelum Masehi. Dedi,
seorang pesulap Mesir di panggil untuk menghibur Raja Cheops. Salah
satu dari trick yang ditunjukannya adalah memotong kepala seekor hewan
dan mengembalikannya dalam keadaan hidup tanpa terluka sama sekali.
Oleh Sang Raja, Dedi diminta untuk mengulang tricknya dengan
menggunakan narapidana atau tahanan. Dedi menolaknya dan membuat Raja
kecewa, namun dia mengulang kembali trick tersebut dengan menggunakan
seekor sapi jantan sebagai gantinya.
Waktu terus bergulir, tidak
banyak catatan sejarah yang membicarakan tentang trik sulap pada jaman
dahulu. Namun trik Cups and balls adalah salah satu trik sulap yang
tertua. Egyptologis menyatakan bahwa ada catatan lukisan di sebuah
dinding kuburan Mesir Tua di Beni Hasan yang berumur antara 2500-2200
tahun sebelum Masehi. Lukisan tersebut menggambarkan dua orang yang
sedang bermain dengan empat buah cangkir. Cups and balls merupakan trik
yang sangat tua dan masih popular hingga saat ini.
Saat
penyebaran agama Kristen , praktek-praktek sulap dianggap sebagai
pemujaan setan dan sihir hitam. Pada tahun 1258 Pope Alexander IV
melarang segala bentuk sulap. Dan setiap orang yang mempraktekannya
akan dihukum karena dianggap murid setan sihir ilmu hitam. Dan ini
membuat sulap itu sendiri semakin terpuruk.
Di tahun 1350 Marco
Polo melihat sulap di China. Berita ini tersebar ke seluruh dunia.
Sulap mulai muncul di berbagai tempat belahan dunia.
Selama abad
pertengahan para pesulap jalanan masih mempraktekan sulap di hadapan
orang banyak. Trik yang biasa dilakukan di awal abad 14 yaitu trik koin
dan kartu, memotong tali dan menyambungnya kembali, dan trik memisahkan
tubuh manusia dan menyatukannya kembali. Tetapi tetap saja seni sulap
tidak diakui.
Di tahun 1584 Reginald Scot, seorang hakim
setempat dari inggris, menuliskan sebuah buku yang isinya mengekspos
sulap sedetail mungkin, menjelaskan metode-metode berbagai trik sulap.
Ini adalah buku tentang sulap untuk yang pertama kali ada dalam
sejarah. Dengan adanya buku ini Reginald Scot berhasil memisahkan sulap
dengan ilmu sihir hitam.
Sejak abad ke-18 sulap menjadi suatu
bentuk pertunjukan yang sangat populer. Isaac Fawkes (1675-1731)
merupakan seseorang yang mempopulerkan sulap di Inggris. Salah satu
dari kehebatannya adalah trik pohon apel yang tumbuh, mekar &
menghasilkan buah hanya dalam waktu kurang dari satu menit. Dia menjadi
sangat terkenal dan menjadi kaya raya hingga kematiannya.
Giuseppe
Pinetti (1750 -1800), lahir di Itali, merupakan sosok lain yang juga
penting dalam sejarah sulap. Begitu tenarnya hingga ia sering diminta
tampil untuk keluarga kerajaan. Namun pada tahun 1783, saat ia sedang
mengadakan pertunjukan di Paris, Henri Decremps, seorang ahli hukum
yang juga seorang pesulap amatir, membongkar metode sulap Pinetti dalam
sebuah buku. Ironisnya hal tersebut justru menjadikan Pinetti makin
tenar, bahkan lebih tenar dari sebelumnya. Pada tahun 1784, ia
mengadakan pertunjukan di Haymarket Theatre, London, suatu event yang
sangat penting karena merupakan awal perpindahan dari seni sulap
jalanan dan Festival Pekan Raya menjadi pertunjukan teater. Hal
tersebut menjadi inspirasi bagi pesulap generasi berikutnya.
John
Henry Anderson (1814 -1874) adalah pesulap dari Skotlandia, yang sering
disebut sebagai The Wizard of the North. Dia sukses menembus Eropa,
Amerika dan Australia. Bahkan lebih dahulu dari Harry Houdini, pesulap
yang paling terkenal dalam publikasi. Anderson dikenal dengan
alat-alatnya yang sangat besar & terbuat dari perak solid. Dia
sempat menjadi kaya, namun akhirnya kehilangan semua kekayaan setelah
teater tempat ia melakukan pertunjukan habis terbakar dan menjadikan ia
bangkrut.
Sejak saat itu masyarakat mengenal sulap sebagai suatu
bentuk seni pertunjukan. Kepopuleran dunia sulap berlanjut hingga ke
abad berikutnya. Bahkan banyak bermunculan pesulap-pesulap hebat. Pada
masa tersebut belum ada pertunjukan televisi. Sulap merupakan salah
satu bentuk pertunjukan live yang sangat populer dan membangkitkan
antusias masyarakat dimanapun mereka mengadakan pertunjukan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Guna melengkapi tulisan yang sudah ada, beberapa
tulisan saya ambil dari sumber lain.